Angkatan 2020 atau yang kerap disebut sebagai ‘Angkatan Corona’ menjadi angkatan yang unik dibandingkan dengan angkatan sebelumnya. Lulus tanpa melalui proses Ujian Nasional (UN), merayakan kelulusan tanpa adanya Ceremonial Graduation, dan lulusan dengan persiapan masuk PTN yang lebih rumit. Hal ini dikarenakan mewabahnya virus COVID-19 yang belum reda hingga saat ini.

Terkait dengan hal tersebut, tim jurnalistik suara anak MAN 2 (SAMANDA) melakukan wawancara kepada beberapa siswa Angkatan 2020. “Memang sudah seharusnya ditiadakan. Saya lebih setuju sistem pendidikan Indonesia lebih menekankan pada minat si anak itu sendiri. Jadi kalau mau diadakan ujian tidak usah diseragamkan, cukup yang diuji bidang si anak itu saja.”(16/06/2020) Ardhya Nufal atau yang kerap disapa Kak Ardi ketua OPBS 2019/2020, mengungkapkan demikian ketika ditanya perihal kebijakan UN yang dihapuskan.

Selain itu Yasmin Maitsa ketua Ekskul Jurnalistik 2019/2020 juga mengungkapkan bahwa kebijakan ditiadakannya UN (Ujian Nasional) dianggap tepat karena hal tersebut berskala nasional sehingga akan mempersulit pihak lain jika memaksakan “Kalau menurut saya sih tepat, soalnya pasti bakal ribet gitu. Apalagi kan berbasis nasional ya. Kalau seperti US (Ujian Sekolah) gitu kan masih bisa dilakuin di rumah. Kalau UN sih kayaknya bakal ribet banget, soalnya se Indonesia.”(16/06/20).

Begitupun dengan Dida Wildan Wakil ketua MPK 2020, yang setuju dengan adanya kebijakan tersebut. “Ya memang lebih baik ditiadakan, karena melihat dari jangka waktu yang tidak akan cukup, pemerintah pun nantinya akan kesulitan untuk menyesuaikan dengan tahun ajaran berikutnya. Seru juga sih, lagi lockdown, lagi di PSBB, eh tiba-tiba lulus. Semua ada hikmahnya kita syukuri aja lah ya.”(16/06/20). Selanjutnya, Majid Naufal Ketua OSIS 2019/2020 juga mengungkapkan bahwa dibalik hal tersebut tetap ada hikmahnya, “Kalau saya pribadi, jujur seneng banget, alasan utamanya karena bisa lebih fokus ke SBM.”(17/06/20).

Namun demikian, tentunya ada kesedihan tersendiri yang dirasakan oleh Angkatan 2020. Karena selain dihapuskannya UN, acara kelulusan yang sudah dipersiapkan pun ikut dihilangkan. Yasmin Maitsa mengungkapkan bahwa ada rasa sedih yang mendalam menyangkut perihal tersebut “Asli sedih banget. Nunggu 3 tahun sekolah buat graduation sama temen-temen. Udah ngebayangin bakal gimana aja, pas diumumin ga jadi, sedih banget sih. Tapi ya gimana ya, demi kebaikan semua juga kan acara ini ditiadakan.”.

Tentunya ada kesan tersendiri yang hanya dirasakan oleh Angkatan 2020, Dida Wildan mengungkapkan meskipun pelepasan ditiadakan, kenangan jangan sampai dilupakan “Buat temen-temen angkatan saya, terimakasih sudah jadi pewarna masa abu-abu saya. Kalian sangat beragam, kalian begitu berharga bak emas logam. Kita angkatan yang paling beda, berpisah tanpa berjabat tangan, apalagi dengan pelepasan. Mungkin Allah menakdirkan kita untuk terus bersamaan. Semua kenangan jangan dilupakan, simpan di hati dan dipikiran. Tetap semangat dan jaga tali persaudaraan. LUZTRISIA, aku sayang kalian.”(16/06/20).

Meskipun tanpa acara pelepasan, angkatan ini masih kompak dengan saling menguatkan “Angkatan kita angkatan unik, walaupun ada jarak nantinya karena bakal kuliah di macam-macam tempat, kita tetap pernah satu atap, satu pengajaran dan pernah satu almamater. Jadi, perasaan saya sendiri gak masalah, sudah cukup berkesan di hidup saya selama 3 tahun di MAN 2 dan di Boarding. Suka duka yang ada di dalamnya itu lebih mengena kok, jadi gak masalah walaupun perpisahan yang sudah siap jadi batal gara-gara corona.” ungkap Ardhya Naufal (16/06/20). Saat ini Ia berkeinginan melanjutkan pendidikan di UIN Jakarta.

Selain itu, mereka pun saling menyemangati perihal persiapan masuk perguruan tinggi. “Berusaha dan berdoa, itu menurut saya hal yang harus kita lakuin sekarang. Berusaha dengan belajar lebih maksimal, berdoa kepada Allah agar diberi kemudahan dan hasil yang terbaik.” ungkap Naufal Majid (17/06/20). Yasmin Maitsa ikut menambahkan bahwa mengejar sesuatu itu harus sungguh-sungguh. Ia sendiri bercita-cita lolos di UPI, Bandung. “Semangat pokoknya. Jangan leha-leha, saingan kita banyak, bukan satu atau dua orang, tapi se-Indonesia. Mereka semua belajar mati-matian. Pokoknya semangat kejar PTN yang diinginkan.”(16/06/20). Kemudian, Dida Wildan yang juga berjuang agar bisa memperoleh UNPAD, Bandung, mengungkapkan, dimanapun tempat perguruan yang kita kejar, semuanya pasti menuju kesuksesan. “Buat teman-temanku, yang PTN, PTS, ataupun kedinasan, menurut saya kalian semua sama, entah dari manapun jalurnya, kesuksesan gak selalu ditentukan dari satu jalan. Tetap melangkah maju, ciptakan semangat yang menggebu, sudah pasti kesuksesan menantimu.”(16/06/20). 

 

Disusun oleh Wulantika

Leave a Reply

Your email address will not be published.