“Apasih new normal itu??”

     New normal adalah sebuah skenario untuk mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan dan sosial ekonomi. 

Pemerintahan Indonesia telah mengumumkan rencana untuk mengimplementasikan scenario new normal dengan mempertimbangkan studi epidemologis dan kesiapan regional (https://tirto.id/fCSg) 

     Kan namanya juga rencana pemerintah, kita ga mungkin selamanya lockdown makanya pemerintah mulai menerapkan rencana new normal. 

Penerapan lockdown yang terjadi di Indonesia mengakibatkan efek yang lebih memprihatinkan, seperti hilangnya sebagian besar mata pencaharian, pelaksanaan mudik ditiadakan, pembebasan narapidana, dan lain–lain. 

Makanya pemerintah mulai menerapkan kebijakan baru berupa new normal, agar kita bisa menjalankan keseharian kita seperti biasa namun tetap waspada dengan corona. 

     Mall dibuka bukan berarti kita dapat jalan–jalan bebas seperti biasanya. Bukan berarti kita bisa bebas belanja baju ataupun menonton bioskop sesuka hati kita. 

Pemerintah memperbolehkan mall dibuka kembali dengan peraturan tertentu seperti pembatasan jumlah pengunjung, durasi berbelanja, dan sebagainya secara bertahap dengan evaluasi rutin.

Memang membuka mall ini sangat beresiko, namun hal ini dapat menjadi kesempatan untuk membuktikan bisa atau tidaknya masyarakat disiplin mematuhi protocol kesehatan yang ada.

Evaluasi dan pengawasan yang dilakukan juga untuk membuktikan apakah dengan membuka kegiatan ekonomi akan menurunkan kasus covid ataupun menaikkan kasus covid. 

Naik dan turunnya angka kasus ini bukan tanpa alasan, namun untuk membuktikan apakah kita masih dalam situasi pandemic atau sudah selesai pandemi. 

     Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengatakan, kesadaran masyarakat terhadap bahaya virus corona masih sangat rendah. 

Sedangkan pemerintah belum optimal mempersiapkan seluruh protokol kesehatan. Menurut Aviliani, beberapa perusahaan dan tempat kerja mulai mempersiapkan standar operasional prosedur (SOP).

“Perusahaan merasa siap, tapi jusru masyarakat kita belum meyiapkan diri akan perubahan-perubahan, jadi orang bicara new normal bagus tapi realisasinya belum,” kata dia dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat (29/5).

Beberapa daerah pun menyatakan jika mereka tidak bisa menerapkan new normal di daerahnya karena angka kasus masih mengalami kenaikan. 

Jadi pemerintah hanya bisa menerapkan new normal di daerah yang angka kasusnya sudah menurun, namun hal itu tidak menjamin penurunan kasus. 

Banyak kemungkinan yang dapat terjadi, seperti misalnya daerah yang termasuk zona hijau jadi terinfeksi ataupun terjadinya gelombang kedua wabah. 

Apabila kebijakan new normal ini gagal dan mengakibatkan gelombang kedua wabah, maka kebijakan new normal akan langsung diberhentikan. 

     Pada dasarnya istilah new normal menitik beratkan perubahan budaya masyrakat untuk berprilaku hidup sehat.

Hal ini disampaikan untuk menanggapi kekhawatiran semua orang. New normal adalah perubahan budaya, selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat, memakai masker, mencuci tangan dan seterusnya. 

New normal menitikberatkan terhadap budaya. Terhadap perilaku kita yang “berdamai” dengan covid. Berdamai disini bukan berarti kita bisa melakukan keseharian seperti biasa tanpa memikirkan corona, 

namun berdamai yang dimaksud adalah perilaku kita yang awalnya memusuhi corona perlahan digantikan dengan hidup berdampingan dengan corona namun tidak menurunkan kewaspadaan kita.

New normal ini ditujukan untuk perilaku kita yang bisa atau tidaknya hidup bertahan dari corona. Persentasi keberhasilan new normal itu tergantung kita. 

Bertambah atau tidaknya kasus itu tergantung dari setiap individu, tergantung dari diri kita sendiri bagaimana cara kita menyikapi dan menanggapi corona. 

Jadi enggak bisa selamanya kita bergantung pada peraturan new normal karena pada akhirnya yang menentukan jalan hidupmu ialah dari diri kamu sendiri. 

Pemerintah juga membuat peraturan ini pasti sudah mikir matang matang gimana penanganannya. Tinggal masyarakat yang menanggapi bagaimana arahnya berjalan. Entah ke kegagalan  atau keberhasilan. Sekian. 

Disusun oleh Nayla Salwa Tsaqifah

Sumber: 

Katadata.co.id

News.detik.com

www.bbc.com

www.medcom.id

www.kompas.tv

finance.detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.